Genbinesia https://genbinesia.or.id Yayasan Generasi Biologi Indonesia Mon, 28 Oct 2019 19:54:28 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2.4 https://genbinesia.or.id/wp-content/uploads/2019/07/cropped-logo-genbinesia-biru-32x32.png Genbinesia https://genbinesia.or.id 32 32 Genbinesia Menyelenggarakan Acara Nonton dan Diskusi Film di Kampus ITB https://genbinesia.or.id/genbinesia-menyelenggarakan-acara-nonton-dan-diskusi-film-di-kampus-itb/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-menyelenggarakan-acara-nonton-dan-diskusi-film-di-kampus-itb/#comments Sat, 12 Oct 2019 13:19:52 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=312 Bandung, genbinesia.or.id – Yayasan Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia) bekerjasama dengan Biofaction KG Austria dan bersama dengan Kelompok Keilmuan Fisiologi, Perkembangan Hewan, dan Sains Biomedika SITH ITB mengadakan Studium Generale yang bertajuk “Futurebody – How Neurotechnology Shapes the Future of the Human Body, Mind, Intelligence, and Society.”

Pada kesempatan kali ini, panelis dalam diskusi Stadium Generale adalah Dr. Lulu Lusianti Fitri (KK FPHSB – SITH ITB) dan Adhityo Wicaksono, M.Sc., MRSB (Yayasan Genbinesia Divisi Bioteknologi & Alumni Biologi – SITH ITB angkatan 2007).

Studium Generale on Neurotechnology diselenggarakan pada hari Sabtu, 12 Oktober 2019 yang bertempat di Gedung Kresna, Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB pukul 08.30-11.00. Peserta yang hadir pun datang dari berbagai macam latar belakang, mulai dari civitas akademika ITB, khususnya mahasiswa SITH ITB dari program studi Biologi, Bioteknologi, dan Biomanajemen, lalu turut hadir pula mahasiswa dari program studi Teknik Biomedika – STEI ITB, Teknik Fisika – FTI ITB, dan Psikologi UIN Sunan Gunung Djati, Unisba, dan Unpad serta PT Neuronesia Neurosains Indonesia.

Studium Generale terdiri dari dua sesi, di mana sesi pertama yaitu dilakukannya pemutaran 6 film pendek pemenang dari Festival Film Bio-Fiction yang sebelumnya diputar oleh Biofaction KG di Wina, Austria pada 23-24 September 2019, dan juga 1 video TEDx. Film pertama dibuka dengan pemutaran film “Adam & Eve Mk II” yang bercerita tentang robot di masa depan yang muncul sebagai “Adam dan Hawa” kedua, dilanjutkan dengan “Charlotta’s Face” yang membahas persepsi seseorang yang mengalami kebutaan terhadap wajah. Lalu film ketiga “Perfectly Natural” yang menunjukkan dampak teknologi yang mengintervensi kedekatan anak dan orang tuanya. Setelah 3 film tadi yang merupakan pemenang harapan dari festival, 3 film pemenang festival pun diputarkan. Dimulai dari film pertama “Paramusical Ensemble”, yang menceritakan bagaimana para ahli di Inggris membantu para difabel penderita “Locked-In Syndrome” tetap berkarya dan bisa membuat musik, lalu film kedua “Reboot” tentang seseorang yang membuat alat agar bisa menghapus memori lamanya yang membuatnya trauma dan memulai kembali hidupnya, dan film ketiga “The Auxiliary” yang menunjukkan bagaimana implan otak yang melawan orang yang menjadi inangnya sendiri. Terakhir, pemutaran video TEDx, menceritakan tentang kisah Hugh Herr, seorang associate professor di MIT yang kehilangan kedua kakinya. Hugh membuat sepasang kaki robot untuk dirinya. Kaki robot prostetik tersebut dapat digerakkan dengan mengaplikasikan konsep neurosains dan neuroteknologi sehingga bisa bekerja layaknya kakinya yang asli.

Sesudah pemutaran film, dilanjutkan dengan sesi kedua, yaitu sesi diskusi panel. Seluruh peserta terlihat begitu antusias dan menikmati konten film yang disajikan saat menyaksikan pemutaran film-film tersebut, hal ini terlihat saat para peserta sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan maupun pernyataan pada sesi diskusi. Kedua panelis, Dr. Lulu dan Adhit juga tak kalah antusias secara silih berganti menanggapi pertanyaan-pernyataan mulai dari topik kognisi, kesadaran, transfer memori, organ tubuh yang memiliki memori + kebiasaan, imortalitas, dan kemampuan otak secara umum dari para peserta stadium generale yang merujuk ke pengetahuan yang ada maupun spekulatif atau prediksi di masa mendatang.

Di akhir sesi, kedua panelis menjelaskan bahwa hal-hal yang ditunjukkan di film bisa menjadi referensi kita dalam kemajuan teknologi neurosains, khususnya untuk melihat ke dua arah baik secara positif dan negatif. Sehingga bila teknologi yang digambarkan atau diprediksi oleh film-film yang diputar tercapai, kita bisa bersiap-siap dan membuatnya lebih baik demi manfaat secara teknologi dan kemanusiaan itu sendiri.

Dokumentasi: Akbar Primasongko

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-menyelenggarakan-acara-nonton-dan-diskusi-film-di-kampus-itb/feed/ 1
Genbinesia Jadi Juri Kompetisi Sains Madrasah 2019 di Manado https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-juri-kompetisi-sains-madrasah-2019-di-manado/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-juri-kompetisi-sains-madrasah-2019-di-manado/#respond Sun, 22 Sep 2019 04:16:46 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=330 Manado, genbinesia.or.id – Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019 merupakan olimpiade tahunan bergengsi bagi siswa madrasah yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama (Kemenag). Tuan rumah kegiatan KSM 2019 berlangsung Kampus IAIN Manado, Sulawesi Utara pada tanggal 16-21 September 2019.

Even bergengsi tersebut diikuti oleh 550 siswa dari 34 provinisi di seluruh Indonesia untuk merebutkan juara nasional. Para peserta olimpiade KSM terdiri dari siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Kendati acara ini ditujukan untuk Madrasah, namun Kemenag memperbolehkan peserta dari sekolah selain dari madrasah.

Kepanitiaan KSM tahun 2019 dipegang oleh UIN Sunan Ampel Surabaya memberikan kepercayaan kepada Yayasan Generasi Biologi (Genbinesia) sebagai komite ahi dan juri selama kegiatan berlangsung yang diwakili oleh Mh Badrut Tamam. Selain itu,  Genbinesia turut berperan dalam melaksanakan program pemerintah untuk memberikan motivasi bagi guru-guru madrasah agar senantiasa berperan aktif memajukan sains di Indonesia.

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-juri-kompetisi-sains-madrasah-2019-di-manado/feed/ 0
Genbinesia Jadi Co-Host di Acara 2nd International Conference on Life Sciences and Technology (ICoLisT) 2019 Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-co-host-di-acara-2nd-international-conference-on-life-sciences-and-technology-icolist-2019-fakultas-mipa-universitas-negeri-malang/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-co-host-di-acara-2nd-international-conference-on-life-sciences-and-technology-icolist-2019-fakultas-mipa-universitas-negeri-malang/#respond Fri, 13 Sep 2019 15:46:33 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=326 Malang, genbinesia.or.id – 2nd International Conference on Life Sciences and Technology (ICoLisT) merupakan event skala internasional yang dihelat oleh Fakultas Matematika dan IPA (MIPA), Universitas Negeri Malang pada tanggal 12-13 September 2019 di Hotel 1O1, Malang. Acara dengan tema “The Leading Innovation in Advanced Biotechnology to Improve and Add Value Biodiversity” tersebut terdiri dari berbagai topik yakni Topics: Botany, Zoology, Microbiology, Biochemistry, Biophysics, Biotechnology, Biomedical Science, Bioradiation, Bioconservation, Bioinformatics, Biomaterial Science, Bionanotechnology, dan Environmental Engineering.

Dalam konferensi tersebut dihadiri oleh berbagai narasumber antara lain Assoc. Prof. Nik Ahmad Nizam Nik Malek, Ph.D, dari UTM, Malaysia; Prof. Djoko T. Iskandar dari ITB, Indonesia; Assoc. Prof. Hyohyemi Lee, Ph.D dari National Institute Ecology, Korea; dan Assoc. Prof. Chuang-Rung Chang, Ph.D dari NTHU, Taiwan-ROC.

Yayasan Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia) sebagai lembaga yang bergerak di bidang riset diberi kesempatan menjadi Co-Host dalam event ICoLisT 2019. Genbinesia ikut berpartisipasi mengirimkan tujuh paper ilmiah dengan topik Biomedical Science, Bioconservation, dan Bioinformatics yang dipresentasikan di konferensi tersebut.

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-co-host-di-acara-2nd-international-conference-on-life-sciences-and-technology-icolist-2019-fakultas-mipa-universitas-negeri-malang/feed/ 0
Genbinesia Berkolaborasi dengan IAR Adakan Workshop Foraging for Wild Plants https://genbinesia.or.id/genbinesia-berkolaborasi-dengan-iar-adakan-workshop-foraging-for-wild-plants/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-berkolaborasi-dengan-iar-adakan-workshop-foraging-for-wild-plants/#respond Mon, 09 Sep 2019 16:50:12 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=304 Lampung, genbinesia.or.id – Yayasan IAR (International Animal Rescue) Indonesia mengadakan Foraging for Wild Plants Workshop di Kawasan Way Rillau, KPHL Batutegi, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada tanggal 6 sampai 8 September 2019. Acara ini merupakan program capacity building untuk tim lapangan Yayasan Yayasan IAR Indonesia, KPHL Batutegi dan pendampingan bagi mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA Unila melalui kegiatan ekstrakulikuler mahasiswa Ecology Club, dengan total peserta 27 orang.

Workshop ini memberikan edukasi mengenai teknik foraging atau meramban tumbuhan liar berguna melalui praktik langsung di alam bebas, mengenalkan tumbuhan liar berguna untuk berbagai keperluan manusia misalnya sebagai pangan, obat, perkakas maupun fungsi lainnya. serta menginventarisasi flora berguna kawasan, bioprospeksi maupun bioekonominya. Dalam pelaksanaan kegiatan ini,  Yayasan Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia). yang dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan, Heri Santoso, pakar botani dan instruktur foraging merupakan pemateri utama selama kegiatan berlangsung.

Miftakhul Huda selaku Project Director dari Foraging for Wild Plants Workshop ini menjelaskan workshop ini akan dilakukan melalui pemahaman materi di dalam ruang serta jelajah langsung di alam bebas, yang dibagi dalam tiga hari kegiatan. Cakupan workshop ini meliputi 6 bagian, diantaranya (1) Morfologi dan Anatomi Tumbuhan, (2) Teknik Dasar Identifikasi Tumbuhan, (3) Family dari Kingdom Plantae, (4) Panduan Eksplorasi Tumbuhan Liar Berguna, (5) Foraging dan Eksplorasi Tumbuhan Liar, dan (6) Pengelolaan dan Konservasi Tumbuhan Liar. Terdapat pula aktivitas jungle cooking atau memakan makanan yang langsung diperoleh dari dalam hutan kawasan.

“Melalui workshop foraging ini, diharapkan peserta memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi tumbuhan liar berguna, serta dapat mempraktekkan cara penggunaan tanaman liar untuk berbagai keperluan hidup”, harap Miftakhul.

Workshop foraging ini juga akan mengumpulkan sebanyak 100 jenis tumbuhan dengan masing-masing jenis sebanyak tiga rangkap, di sekitar kawasan Way Rillau, KPHL Batutegi, Tanggamus, Lampung, yang dilakukan dengan metode jelajah (cruising method) dan observasi langsung yang kemudian diidentifikasi jenis/spesiesnya baik secara langsung maupun dan diteliti kegunaannya melalui wawancara dengan masyarakat setempat serta studi pustaka. Nantinya, tumbuhan yang dikumpulkan akan diinventarisasi dan diawetkan menjadi herbarium kering sebagai bahan edukasi bagi Yayasan Generasi Biologi Indonesia, Jurusan Biologi Universitas Lampung,  serta KPHL Batutegi. Selain itu, hasil yang diharapkan dalam pelaksanaan workshop ini adalah dihasilkannya publikasi dari jenis-jenis tumbuhan liar berguna yang ada di kawasan KPHL Batuteg, baik dalam bentuk jurnal maupun buku.

Aris Subagyo selaku peserta workshop mengaku sangat antusias dengan adanya workshop ini. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sumber ilmu terutama bagi mahasiswa maupun tim lapangan terkait cara mengidentifikasi tumbuhan beserta manfaatnya, teknik mengambil foto tumbuhan yang benar, dan membuat dirinya semakin tertarik untuk mendalami ilmu botani.

Selain itu, Kepala KPHL Batutegi, Ir. Yanyan Ruchyansyah, M. Si yang hadir sekaligus membuka acara tersebut mengatakan bahwa aktivitas foraging atau meramban ini harus mulai digaungkan kepada masyarakat kembali, karena perannya amat penting bagi manusia sebagai upaya bertahan hidup dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya, khususnya sumber daya tumbuhan.

“Kemampuan foraging ini menjadi penting agar masyarakat bisa mengetahui manfaat dari tumbuhan di sekitar mereka, terutama di sekitar wilayah Batutegi yang memiliki potensi tumbuhan yang beranekaragam”, ungkapnya.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada IAR, Jurusan Biologi Universitas Lampung, serta Yayasan Genbinesia atas kerjasamanya sehingga terlaksana kegiatan workshop foraging di KPLH Batutegi ini”, tutupnya.

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-berkolaborasi-dengan-iar-adakan-workshop-foraging-for-wild-plants/feed/ 0
Genbinesia Jadi Narasumber Flora Fauna di Sancang Conservation Service Camp 2019 https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-narasumber-flora-fauna-di-sancang-conservation-service-camp-2019/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-narasumber-flora-fauna-di-sancang-conservation-service-camp-2019/#respond Sat, 24 Aug 2019 19:49:40 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=340 Garut, genbinesia.or.id – Yayasan Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia) diberi kesempatan untuk mengirimkan perwakilan dalam acara Sancang Conservation Service Camp 2019, 24 Agustus 2019. Acara ini digelar oleh KPA Biocita Formica – Departemen Pendidikan Biologi, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Leuweung Sancang, yang menjadi tempat terselenggaranya acara ini berada di Kabupaten Garut, bagian selatan. Di cagar alam yang berbatasan langsung dengan laut ini, terdapat banyak jenis tumbuhan unik, salah satunya adalah Rafflesia patma. Tipe vegetasi di kawasan ini mulai dari dataran rendah hingga kawasan belukar.

Ketua Divisi Botani Genbinesia, Wendy A. Mustaqim, selaku wakil Genbinesia, memberikan penjelasan tentang materi flora dan fauna di Indonesia. Bertempat di kawasan Cagar Alam Leuweung Sancang, pelaksanaan pemberian materi dilakukan di pondokan nelayan di kawasan tepi cagar alam.

Meskipun peserta memiliki berbagai latar belakang yang tidak hanya biologi, tampaknya pemberian materi berhasil memberikan gambaran dan informasi baru mengenai kekayaan alam flora dan fauna di Indonesia. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pentingnya mengenali kawasan hijau di pantai selatan Jawa Barat. Hal ini dilakukan mengingat lokasi ini tidak terlalu jauh dari UPI, sehingga kegiatan eksplorasi rutin terkait flora fauna mudah untuk dilakukan.

Salah satu tanggapan positif adalah adanya kemungkinan untuk kerjasama lebih lanjut. Hal ini disinggung sedikit oleh salah satu panitia menanggapi adanya PR yang perlu digarap oleh KPA Biocita Formica, yaitu menggali lebih jauh kawasan sisa vegetasi hijau dataran rendah Jawa Barat.

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-narasumber-flora-fauna-di-sancang-conservation-service-camp-2019/feed/ 0
Genbinesia Kerjasama dengan FKH Universitas Airlangga Adakan Workshop Bioinformatika https://genbinesia.or.id/genbinesia-kerjasama-dengan-fkh-universitas-airlangga-adakan-workshop-bioinformatika/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-kerjasama-dengan-fkh-universitas-airlangga-adakan-workshop-bioinformatika/#respond Sat, 24 Aug 2019 13:44:10 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=321 Surabaya, genbinesia.or.id – Yayasan Generasi Biologi Indonesia bekerjasama dengan Forum Sains Veteriner (FORSAV) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga mengadakan kegiatan workshop bioinformatika dengan tema “Modernisasi Desain Obat Era Milineal Melalui Simulasi Bioinformatika.” Acara yang diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus 2019 tersebut dihadiri oleh berbagai peserta baik dari mahasiswa S1, S2, S3, dosen, dan peneliti.

Wokshop tersebut membahasas bagaimana cara menggunakan pangakalan data biologi molekuler di seluruh dunia serta uji bahan alam untuk menemukan obat secara in silico. Kegiatan tersebut menekankan bahwa di era revolusi industri 4.0 banyak penelitian biomedis yang menggunakan kecerdasan artifisial untuk memprediksi suatu mekanisme kerja obat serta efikasinya.

Acara workshop yang berlangsung di gedung R.K. Internasional Lt. 1 Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga Kampus C tersebut dipandu oleh Viol Dhea Kharisma, selaku Ketua Divisi Genetika dan Biologi Molekuler, Yayasan Generasi Biologi yang berpengalaman dalam penelitian desain obat dan vaksin dengan menggunakan pendekatan bioinformatika.

Selama kegiatan berlangsung, peserta sangat antusias mengikuti kegiatan workshop. Salah satu peserta, Ibu Nurul, dari Kediri merasa kegiatan workshop ini sangat bermanfaat dalam kegiatan risetnya.

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-kerjasama-dengan-fkh-universitas-airlangga-adakan-workshop-bioinformatika/feed/ 0
Training of Trainer di Kampung Blekok, Situbondo oleh Genbinesia https://genbinesia.or.id/training-of-trainer-di-kampung-blekok-situbondo-oleh-genbinesia/ https://genbinesia.or.id/training-of-trainer-di-kampung-blekok-situbondo-oleh-genbinesia/#respond Thu, 22 Aug 2019 16:39:15 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=297 Situbondo, genbinesia.or.id – Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia) bekerjasama dengan PT. Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) mengadakan pelatihan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Dinas Lingkungan Hidup Situbondo di Kampung Blekok, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo selama dua hari pada tanggal 21 – 22 Agustus 2019.

Kampung Blekok merupakan ekowisata yang berbasis konservasi yang di dalamnya terdapat hutan mangrove. Keberadaan mangrove tersebut dijadikan habitat bagi berbagai burung seperti burung blekok, bangau, dan beberapa burung yang lain. Dengan potensi alam tersebut, Genbinesia memberikan pelatihan mengenai identifikasi burung di mangrove dan pantai, rescue burung blekok, identifikasi tumbuhan mangrove dan cara pembibitan mangrove.

Hari pertama, materi training berupa cara identifikasi burung yang difokuskan terutama jenis burung pantai dan laut. Usai itu, materi lanjutan berupa cara menyelamatkan (rescue) burung blekok yang mengalami cacat akibat jatuh. Hari kedua, materi berupa cara identifikasi tumbuhan mangrove dan cara melakukan pembibitannya.

 

]]>
https://genbinesia.or.id/training-of-trainer-di-kampung-blekok-situbondo-oleh-genbinesia/feed/ 0
Genbinesia Adakan Biology Camp Pertama di Indonesia https://genbinesia.or.id/genbinesia-adakan-biology-camp-pertama-di-indonesia/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-adakan-biology-camp-pertama-di-indonesia/#comments Sun, 14 Jul 2019 17:19:45 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=275 Malang, genbinesia.or.id –  Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia) Foundation mengadakan kegiatan outdoor berupa Biology Camp untuk pertama kalinya di Indonesia. Acara akbar tersebut dihelat di Bumi Perkemahan Bedengan, Dau, Malang, Jawa Timur pada tanggal 12 – 14 Juli 2019. Kegiatan yang diberi tema Tropical Biology for Sustainability tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan seperti siswa, mahasiswa, peneliti, guru, dosen, hingga masyarakat umum. Para peserta berjumlah lebih dari 90 orang tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur.

biology camp 2019

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengaplikasikan ilmu hayati secara langsung di alam liar dengan konsep kemah ilmiah. Acara yang disponsori oleh Pertamina TBBM Surabaya Group ini dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai materi menarik yang dikemas secara tematik yang dikelompokkan menjadi materi Zoologi, Botani, Ekologi, Bioteknologi dan Keterampilan di bidang Biologi.

Hari pertama, kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dengan sambutan, pengenalan profil Genbinesia pembagian kelompok, materi ecobrick, survival, dan etika di alam. Materi dasar pertama adalah melatih peserta untuk peduli terhadap sampah plastik melalui keterampilan ecobrick. Selanjutnya peserta diajak untuk memahami pengetahuan bertahan diri (survival) serta etika tatkalan berada di lapangan. Di hari pertama usai senja terbenam, peserta diajak untuk mengidentifikasi kelelawar dan serangga malam melalui serangkaian kegiatan eksplorasi dan observasi.

Hari kedua, peserta mendapatkan lima topik materi dengan sistem jelajah dan rolling antar-kelompok di tiap pos. Terdapat lima pos yang terdiri dari pos ular, pos kultur jaringan, pos bioindikator sungai, pos identifikasi tumbuhan, dan pos analisis vegetasi. Sistem penyampaian materi bersifat inkuiri dimana peserta diajak langsung untuk mengamati permasalahan dalam ilmu hayati di lapangan sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan kognitif, motorik, dan afektifnya.

Usai istirahat, peserta diajak untuk membuat ecoprint, yakni teknik membuat pola flora pada kain untuk membuat kreasi fashion dari bahan alami di sekitar. Selain itu, keterampilan ecoprint juga memberikan khazanah pengetahuan mengenai biopreneurship untuk menggali potensi bioekonomi yang berasaskan keberlanjutan. Ketika malam tiba, peserta diberi materi tambahan mengenai biomimetik dan bioinspirasi untuk membuka pengetahuan baru mengenai perkembangan biologi modern terkini. Tatkala suhu udara mencapai 16°C, para peserta diajak untuk Jungle Party dengan membuat api unggun sambil membakar jagung dan ubi.

Hari ketiga, peserta diajak untuk jelajah ilmiah dengan kegiatan pengamatan burung dan dilanjutkan dengan materi foraging atau pengenalan tumbuhan liar edible. Setidaknya terdapat 18 jenis burung di Bumi Perkemehan Bedengan yang diamati oleh peserta seperti Cinenen pisang, Cinenen Jawa, Pelanduk topi-hitam, Meninting besar, Elang-ular bido, Tekukur biasa, Celepuk reban, Cabak maling, Ciung-batu Jawa, Cekakak Jawa, Cekakak sungai, Sepah kecil, Cucak kutilang, Tepus pipi-perak, Burung-madu sriganti, Caladi tilik, Caladi ulam, dan Takur tulungtumpuk. Sementara potensi tumbuhan liar edible dapat dijumpai seperti jelatang, sintrong, pegagan, pare alas, walangan, dan lainnya.

birdwatching genbinesia

Biologi Tropika untuk Keberlanjutan (Tropical Biology for Sustainability) merupakan tema yang diangkat dalam kegiatan Biology Camp dengan tujuan agar peserta memahami pentingnya potensi plasma nuftah di Indonesia untuk kehidupan keberlanjutan suatu ekosistem di masa yang akan datang. Kegiatan Biology Camp juga menanamkan nilai kepedulian terhadap potensi keberlimpahan biodiversitas di Indonesia.

 

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-adakan-biology-camp-pertama-di-indonesia/feed/ 2
Genbinesia Turut Serta di Simposium Flora Malesiana 11, 2019 https://genbinesia.or.id/genbinesia-mengikuti-simposium-flora-malesiana-2019/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-mengikuti-simposium-flora-malesiana-2019/#respond Fri, 05 Jul 2019 06:06:56 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=246 Bandar Seri Begawan, genbinesia.or.id –  Simposium Flora Malesiana merupakan kegiatan yang dilakukan setiap tiga tahun sekali yang pertama kali dicetuskan oleh penulis buku Flora of Java, C.G.G.J van Steenis. Simposium ke 11 dilaksanakan pada tanggal 1 – 5 Juli 2019 di Chancellor Hall, Universiti Brunei Darussalam (UBD), Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Kegiatan rutin ini membahas perkembangan ilmu taksonomi, evolusi, dan ekologi dari flora yang berada di kawasan Malesiana (Malaysia, Indonesia, Papua, Timor hingga Filipina). Simposium pada tahun 2019 ini dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari Kew Botanical Garden, UK, Leiden University, Belanda, hingga dari kawasan Asia Tenggara sendiri. Sebagian besar peserta merupakan ahli taksonomi dan biosistematika, pengurus dan kurator kebun raya seluruh dunia, mahasiswa, peneliti, penulis freelance dan pelukis botani. Rangkaian acara ini terdiri dari presentasi oral, poster, workshop identifikasi, serta kunjungan ke Kebun Raya Universiti Brunei Darussalam.

Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia) Foundation turut serta mengikuti kegiatan Flora Malesiana yang diwakili oleh Adhityo Wicaksono, Kepala Divisi Bioteknologi Genbinesia. Dalam simposium ini, Adhityo Wicaksono yang sedang menempuh Ph.D di Finlandia mempresentasikan karyanya dengan judul “Rafflesia patma Blume: Features in the Hidden Endophyte Stage and The Flower Perigone”.

Dalam presentasinya yang dihadiri audiens dari Jepang, Belanda, Kanada, Malaysia, dan Indonesia, Adhityo Wicaksono menjelaskan mengenai tentang bagaimana bentuk histologi Rafflesia patma ketika menyebar di dalam inangnya (fase vegetatif) dan fitur-fitu jaringan generatifnya. Tujuan dari penulisan tersebut untuk mengetahui pentingnya aspek histologi untuk identifikasi dan studi morfologi serta memahami evolusi Rafflesia.

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-mengikuti-simposium-flora-malesiana-2019/feed/ 0
Genbinesia Selenggarakan Botany Adventure di Taman Nasional Gunung Merapi https://genbinesia.or.id/genbinesia-selenggarakan-botany-adventure-di-taman-nasional-gunung-merapi/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-selenggarakan-botany-adventure-di-taman-nasional-gunung-merapi/#respond Sun, 21 Apr 2019 11:18:51 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=213 Yogyakarta, genbinesia.or.id –   Pada tanggal 20 April 2019, Yayasan Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia) telah menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Botany Adventure: Eskplorasi Tumbuhan Liar Berguna” di Bukit Turgo, Taman Nasional Gunung Merapi, Sleman, Yogyakarta.

Acara tersebut didukung oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dan dihadiri oleh berbagai peserta dari berbagai penjuru Indonesia dengan berbagai macam latar seperti siswa, mahasiswa, peneliti, dosen, pecinta alam, dan masyarakat umum.

Pemateri menjelaskan manfaat tumbuhan liar berguna.

Materi kegiatan ini antara lain yakni cara mengenal tumbuhan liar berguna yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan dan minuman, obat, serta kebutuhan lainnya. Peserta diajak trekking di Bukit Turgo dan kemudian diajari secara langsung untuk mengidentifikasi tumbuhan liar di sekitar oleh para pemandu dari Divisi Botani, yakni Heri Santoso dan Tobib Hasan.

Peserta dilibatkan langsung untuk mengenal tumbuhan liar berguna

Selain itu, para peserta dilibatkan untuk mencoba mengkonsumsi langsung tumbuhan liar dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan survival di alam bebas. Beberapa contoh tumbuhan liar yang dapat dikonsumsi oleh perseta antara lain, Piper umbelatum, Zingiber montanum, Oxalis latifolia, Begonia multangula, dan lain-lain.

Setelah melakukan trekking, para peserta diajak untuk istirahat sejenak sambil me-review dan mendata tumbuhan liar yang telah dijelaskan oleh pemateri dengan tujuan agar para peserta dapat mengenal tumbuhan liar lebih dekat.

Diskusi usai jelajah

Setelah semua peserta mengumpulkan sampel tumbuhan liar yang telah dibawahnya, selanjutnya peserta diajak untuk melakukan Jungle Cooking, yakni mengolah tumbuhan liar menjadi berbagai olahan seperti salad, sayur-mayur, tempura, rujak, dan lain-lain.

Berbagai hasil olahan tumbuhan liar dalam sesi Jungle cooking.

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-selenggarakan-botany-adventure-di-taman-nasional-gunung-merapi/feed/ 0