Genbinesia https://genbinesia.or.id Yayasan Generasi Biologi Indonesia Tue, 11 Feb 2020 04:32:14 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.4.1 https://genbinesia.or.id/wp-content/uploads/2019/07/cropped-logo-genbinesia-biru-32x32.png Genbinesia https://genbinesia.or.id 32 32 169494647 Genbinesia Sebagai Narasumber dalam Conservation Camp 2020 oleh Tambora Muda https://genbinesia.or.id/genbinesia-sebagai-narasumber-dalam-conservation-camp-2020-oleh-tambora-muda/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-sebagai-narasumber-dalam-conservation-camp-2020-oleh-tambora-muda/#respond Thu, 30 Jan 2020 04:02:58 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=356 Bali, genbinesia.or.id – Yayasan Tambora Muda mengadakan Conservation Camp 2020 bertempat di Taman Nasional Bali Barat, Bali pada tanggal 20 – 29 Januari 2020. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas diri para peneliti dan praktisi muda Indonesia untuk pelestarian biodiversitas Indonesia. Conservation camp diikuti oleh 20 peserta terseleksi berlatar belakang mahasiswa, fresh graduate, dan pemula karir konservasi yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia.

Kegiatan conservation camp kedua ini dikemas dalam tiga aktivitas utama yaitu mini-research, career development, dan thematic talks. Tambora Muda menggandeng berbagai pihak baik lembaga pemerintah, lembaga non-profit (NGO), hingga komunitas sebagai pemateri seperti LIPI, TN Bali Barat, Bali Safari Park, WCS, FNPF, LINI Foundation, Komodo Survival, Yayasan HAKA, Komunitas Trash bag dan lainnya. Pada aktivitas mini-research, Tambora Muda mengundang Generasi Biologi Indonesia Foundation yang diwakili oleh Aisyah Hadi Ramadani, Kepala Divisi Ekologi sebagai narasumber topik survei vegetasi dan penghitungan cadangan karbon.  Topik ini diberikan dalam bentuk field survey dimana narasumber memaparkan garis besar konsep dasar dan metode survei vegetasi serta menghitung cadangan karbon kemudian dilanjutkan dengan mengajak peserta untuk praktik secara langsung di lapangan. Aktivitas ini bertujuan untuk memahamkan konsep dasar metode survei vegetasi dan perhitungan cadangan karbon, memberikan keterampilan dalam hal survei vegetasi dan perhitungan cadangan karbon, serta membuat herbarium.

Sesi pertama aktivitas ini dimulai dengan presentasi oleh narasumber mengenai definisi vegetasi, urgensi survei vegetasi, metode-metode survei vegetasi yang meliputi metode plot dan plotless, pertimbangan dalam memilih metode, definisi karbon hingga rumus-rumus pendugaan cadangan karbon. Setelah sesi presentasi berakhir, dilakukan diskusi singkat dan dilanjutkan dengan penyampaian teknis pelaksanaan praktik survei vegetasi sekaligus pengambilan data cadangan karbon. Praktik survei vegetasi dilaksanakan di hutan savana campuran Taman Nasional Bali Barat resort Cekik. Metode yang digunakan dalam survey ini adalah plot kuadrat berukuran (20 x 20)m untuk growthform pohon, (5×5)m tiang, (2×2)m semak, dan (1×1)m tumbuhan bawah. Peserta diminta untuk membangun plot, mengukur diameter setinggi dada, menghitung cacah individu, tutupan kanopi, dan pengenalan spesies tumbuhan yang dibantu oleh Pak Nana, staff TN Bali Barat. Kak Aisyah selaku narasumber memandu penuh jalannya aktivitas dan memberikan arahan sampling vegetasi yang tepat dan efektif. Peserta mengikuti praktik dengan sangat antusias dan kooperatif sehingga berhasil mengkonstruksi 3 plot dalam kawasan savana. Selain itu, peserta juga mengambil beberapa bagian tumbuhan (batang, daun, bunga, dan buah) untuk dijadikan herbarium. Seluruh data yang diperoleh selanjutnya dianalisis guna mendapatkan struktur dan komposisi vegetasi dan banyaknya cadangan karbon pada pohon penyusun hutan.

Sesi analisis data dilakukan pada malam hari dan berhasil diperoleh indeks nilai penting (INP) komunitas. Kegiatan ini mencatat bahwa pohon lontar (Borassus flabelifer) merupakan spesies dominan dan pengatur mikroklimat di habitat hutan savana cekik yang ditandai dengan nilai INP tertinggi. Mini riset ini juga menemukan hadirnya tumbuhan semak invasive Lantana camara dan Chromolaena odorata di lokasi kajian. Analisis lain yang dilakukan adalah penghitungan cadangan karbon. Pada kegiatan ini narasumber memfokuskan pendugaan karbon biomassa di atas tanah (above ground biomass) dari bentuk pertumbuhan pohon dengan data diameter setinggi dada dan cacah individu menggunakan metode non-destructive kemudian dianalisis berdasar rumus allometrik.

Akhir sesi ditutup dengan penyerahan sertifikat narasumber oleh ketua panitia conservation camp 2020 Saudari Silvy. Hasil kegiatan survey vegetasi dan penghitungan cadangan karbon selanjutnya akan dilaporkan dan dipresentasikan oleh para peserta pada sesi akhir conservation camp 2020 yang dipandu oleh panitia pelaksana.

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-sebagai-narasumber-dalam-conservation-camp-2020-oleh-tambora-muda/feed/ 0 356
Genbinesia Jalin Kerjasama dengan Biofaction di Austria https://genbinesia.or.id/genbinesia-jalin-kerjasama-dengan-biofaction/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-jalin-kerjasama-dengan-biofaction/#respond Thu, 02 Jan 2020 16:10:42 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=347 Wina, genbinesia.or.id – Kepala Divisi Bioteknologi Genbinesia, Adhityo Wicaksono melakukan kunjungan ke kantor pusat lembaga yang berperan dalam komunikasi sains Biofaction KG di Wina, Austria dalam rangka upaya membangun kerja sama. Di awal kunjungan tersebut, Adhityo disambut oleh dua staf seni dan desain, Ege Kökel dan Isabel Prade, kemudian salah seorang pendiri Biofaction dan videografer, Camillo Meinhart, dan manajer proyek, Sandra Youssef. Acara kunjungan dilanjutkan dengan acara makan siang yang juga dihadiri sang CEO dan pendiri, Dr. Markus Schmidt.

Dalam kunjungan tersebut, diadakan diskusi mengenai rencana publikasi game garapan Biofaction KG sendiri yaitu Battle for Cattle, yang turut diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Adhityo Wicaksono. Game edukasi tersebut mengajarkan pemainnya untuk belajar konsep antibiotik dan pembuatan vaksin dengan biologi sintetik. Kini, game tersebut dapat diakses di laman web battleforcattle.com, dan juga bisa diunduh di Google Playstore dan Apple iOS App Store. Mengenai penyusunan game tersebut, Camillo menjelaskan bahwa memperkenalkan sains ke dalam media yang mudah dicerna seperti film dan permainan merupakan sarana yang baik untuk menjembatani sains itu sendiri ke masyarakat umum dan pemerintah, namun dalam pembuatannya diperlukan perancangan yang sangat matang, khususnya untuk pembuatan game agar konten sains di dalamnya bisa tersalurkan dan pengguna juga menjadi terhibur. “Banyak game yang dibuat dengan menyebutkan ada sains di dalamnya, namun sangat bertele-tele atau bahkan sains tersebut hanyalah figuran belaka. Kami berusaha agar game ini, khususnya Battle for Cattle bisa menjadi media yang ringan dan menyenangkan untuk dimainkan namun juga memiliki peran edukasi di dalamnya”, tambahnya.

Markus dalam diskusi tersebut memberikan ide-ide untuk dikembangkan Genbinesia di Indonesia, khususnya tentang biologi sintetik berbasis open source dan program terpadu seni berbasis biologi atau bioart. “Indonesia berpotensi sangat besar untuk menjadi tuan rumah dalam bioteknologi dan biologi berbasis seni yang memiliki sentuhan tropis, karena Indonesia adalah negara tropis dengan biodiversitas sangat tinggi”, jelas Markus.

Sebelumnya, Genbinesia telah bekerjasama dengan Biofaction dalam pemutaran festival film biologi, Bio-Fiction di Bandung dan Surabaya. Kedua acara yang diadakan berhasil menarik banyak mahasiswa untuk hadir. Kedepannya, akan diharapkan adanya kerja sama kedua belah pihak Genbinesia dan Biofaction kembali sebagai media pertukaran ide dan konsep yang bisa dilakukan di Indonesia, ataupun yang bisa Genbinesia sumbangkan dalam wujud kontribusi ke dunia sains biologi di dunia, khususnya dalam bidang sains, teknologi, dan seni biologi.

Tambahan: Game “Battle for Cattle” atau “Pertarungan untuk Hewan Ternak” dapat diakses di:
Laman web lengkap dengan materi: Battle for Cattle (http://www.battleforcattle.com/)

Google Playstore: Battle for Cattle
Apple iOS App Store: Battle for Cattle

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-jalin-kerjasama-dengan-biofaction/feed/ 0 347
Genbinesia Menyelenggarakan Acara Nonton dan Diskusi Film di Kampus ITB https://genbinesia.or.id/genbinesia-menyelenggarakan-acara-nonton-dan-diskusi-film-di-kampus-itb/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-menyelenggarakan-acara-nonton-dan-diskusi-film-di-kampus-itb/#comments Sat, 12 Oct 2019 13:19:52 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=312 Bandung, genbinesia.or.id – Yayasan Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia) bekerjasama dengan Biofaction KG Austria dan bersama dengan Kelompok Keilmuan Fisiologi, Perkembangan Hewan, dan Sains Biomedika SITH ITB mengadakan Studium Generale yang bertajuk “Futurebody – How Neurotechnology Shapes the Future of the Human Body, Mind, Intelligence, and Society.”

Pada kesempatan kali ini, panelis dalam diskusi Stadium Generale adalah Dr. Lulu Lusianti Fitri (KK FPHSB – SITH ITB) dan Adhityo Wicaksono, M.Sc., MRSB (Yayasan Genbinesia Divisi Bioteknologi & Alumni Biologi – SITH ITB angkatan 2007).

Studium Generale on Neurotechnology diselenggarakan pada hari Sabtu, 12 Oktober 2019 yang bertempat di Gedung Kresna, Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB pukul 08.30-11.00. Peserta yang hadir pun datang dari berbagai macam latar belakang, mulai dari civitas akademika ITB, khususnya mahasiswa SITH ITB dari program studi Biologi, Bioteknologi, dan Biomanajemen, lalu turut hadir pula mahasiswa dari program studi Teknik Biomedika – STEI ITB, Teknik Fisika – FTI ITB, dan Psikologi UIN Sunan Gunung Djati, Unisba, dan Unpad serta PT Neuronesia Neurosains Indonesia.

Studium Generale terdiri dari dua sesi, di mana sesi pertama yaitu dilakukannya pemutaran 6 film pendek pemenang dari Festival Film Bio-Fiction yang sebelumnya diputar oleh Biofaction KG di Wina, Austria pada 23-24 September 2019, dan juga 1 video TEDx. Film pertama dibuka dengan pemutaran film “Adam & Eve Mk II” yang bercerita tentang robot di masa depan yang muncul sebagai “Adam dan Hawa” kedua, dilanjutkan dengan “Charlotta’s Face” yang membahas persepsi seseorang yang mengalami kebutaan terhadap wajah. Lalu film ketiga “Perfectly Natural” yang menunjukkan dampak teknologi yang mengintervensi kedekatan anak dan orang tuanya. Setelah 3 film tadi yang merupakan pemenang harapan dari festival, 3 film pemenang festival pun diputarkan. Dimulai dari film pertama “Paramusical Ensemble”, yang menceritakan bagaimana para ahli di Inggris membantu para difabel penderita “Locked-In Syndrome” tetap berkarya dan bisa membuat musik, lalu film kedua “Reboot” tentang seseorang yang membuat alat agar bisa menghapus memori lamanya yang membuatnya trauma dan memulai kembali hidupnya, dan film ketiga “The Auxiliary” yang menunjukkan bagaimana implan otak yang melawan orang yang menjadi inangnya sendiri. Terakhir, pemutaran video TEDx, menceritakan tentang kisah Hugh Herr, seorang associate professor di MIT yang kehilangan kedua kakinya. Hugh membuat sepasang kaki robot untuk dirinya. Kaki robot prostetik tersebut dapat digerakkan dengan mengaplikasikan konsep neurosains dan neuroteknologi sehingga bisa bekerja layaknya kakinya yang asli.

Sesudah pemutaran film, dilanjutkan dengan sesi kedua, yaitu sesi diskusi panel. Seluruh peserta terlihat begitu antusias dan menikmati konten film yang disajikan saat menyaksikan pemutaran film-film tersebut, hal ini terlihat saat para peserta sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan maupun pernyataan pada sesi diskusi. Kedua panelis, Dr. Lulu dan Adhit juga tak kalah antusias secara silih berganti menanggapi pertanyaan-pernyataan mulai dari topik kognisi, kesadaran, transfer memori, organ tubuh yang memiliki memori + kebiasaan, imortalitas, dan kemampuan otak secara umum dari para peserta stadium generale yang merujuk ke pengetahuan yang ada maupun spekulatif atau prediksi di masa mendatang.

Di akhir sesi, kedua panelis menjelaskan bahwa hal-hal yang ditunjukkan di film bisa menjadi referensi kita dalam kemajuan teknologi neurosains, khususnya untuk melihat ke dua arah baik secara positif dan negatif. Sehingga bila teknologi yang digambarkan atau diprediksi oleh film-film yang diputar tercapai, kita bisa bersiap-siap dan membuatnya lebih baik demi manfaat secara teknologi dan kemanusiaan itu sendiri.

Dokumentasi: Akbar Primasongko

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-menyelenggarakan-acara-nonton-dan-diskusi-film-di-kampus-itb/feed/ 1 312
Genbinesia Jadi Juri Kompetisi Sains Madrasah 2019 di Manado https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-juri-kompetisi-sains-madrasah-2019-di-manado/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-juri-kompetisi-sains-madrasah-2019-di-manado/#respond Sun, 22 Sep 2019 04:16:46 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=330 Manado, genbinesia.or.id – Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019 merupakan olimpiade tahunan bergengsi bagi siswa madrasah yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama (Kemenag). Tuan rumah kegiatan KSM 2019 berlangsung Kampus IAIN Manado, Sulawesi Utara pada tanggal 16-21 September 2019.

Even bergengsi tersebut diikuti oleh 550 siswa dari 34 provinisi di seluruh Indonesia untuk merebutkan juara nasional. Para peserta olimpiade KSM terdiri dari siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Kendati acara ini ditujukan untuk Madrasah, namun Kemenag memperbolehkan peserta dari sekolah selain dari madrasah.

Kepanitiaan KSM tahun 2019 dipegang oleh UIN Sunan Ampel Surabaya memberikan kepercayaan kepada Yayasan Generasi Biologi (Genbinesia) sebagai komite ahi dan juri selama kegiatan berlangsung yang diwakili oleh Mh Badrut Tamam. Selain itu,  Genbinesia turut berperan dalam melaksanakan program pemerintah untuk memberikan motivasi bagi guru-guru madrasah agar senantiasa berperan aktif memajukan sains di Indonesia.

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-juri-kompetisi-sains-madrasah-2019-di-manado/feed/ 0 330
Genbinesia Jadi Co-Host di Acara 2nd International Conference on Life Sciences and Technology (ICoLisT) 2019 Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-co-host-di-acara-2nd-international-conference-on-life-sciences-and-technology-icolist-2019-fakultas-mipa-universitas-negeri-malang/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-co-host-di-acara-2nd-international-conference-on-life-sciences-and-technology-icolist-2019-fakultas-mipa-universitas-negeri-malang/#respond Fri, 13 Sep 2019 15:46:33 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=326 Malang, genbinesia.or.id – 2nd International Conference on Life Sciences and Technology (ICoLisT) merupakan event skala internasional yang dihelat oleh Fakultas Matematika dan IPA (MIPA), Universitas Negeri Malang pada tanggal 12-13 September 2019 di Hotel 1O1, Malang. Acara dengan tema “The Leading Innovation in Advanced Biotechnology to Improve and Add Value Biodiversity” tersebut terdiri dari berbagai topik yakni Topics: Botany, Zoology, Microbiology, Biochemistry, Biophysics, Biotechnology, Biomedical Science, Bioradiation, Bioconservation, Bioinformatics, Biomaterial Science, Bionanotechnology, dan Environmental Engineering.

Dalam konferensi tersebut dihadiri oleh berbagai narasumber antara lain Assoc. Prof. Nik Ahmad Nizam Nik Malek, Ph.D, dari UTM, Malaysia; Prof. Djoko T. Iskandar dari ITB, Indonesia; Assoc. Prof. Hyohyemi Lee, Ph.D dari National Institute Ecology, Korea; dan Assoc. Prof. Chuang-Rung Chang, Ph.D dari NTHU, Taiwan-ROC.

Yayasan Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia) sebagai lembaga yang bergerak di bidang riset diberi kesempatan menjadi Co-Host dalam event ICoLisT 2019. Genbinesia ikut berpartisipasi mengirimkan tujuh paper ilmiah dengan topik Biomedical Science, Bioconservation, dan Bioinformatics yang dipresentasikan di konferensi tersebut.

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-co-host-di-acara-2nd-international-conference-on-life-sciences-and-technology-icolist-2019-fakultas-mipa-universitas-negeri-malang/feed/ 0 326
Genbinesia Berkolaborasi dengan IAR Adakan Workshop Foraging for Wild Plants https://genbinesia.or.id/genbinesia-berkolaborasi-dengan-iar-adakan-workshop-foraging-for-wild-plants/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-berkolaborasi-dengan-iar-adakan-workshop-foraging-for-wild-plants/#respond Mon, 09 Sep 2019 16:50:12 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=304 Lampung, genbinesia.or.id – Yayasan IAR (International Animal Rescue) Indonesia mengadakan Foraging for Wild Plants Workshop di Kawasan Way Rillau, KPHL Batutegi, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada tanggal 6 sampai 8 September 2019. Acara ini merupakan program capacity building untuk tim lapangan Yayasan Yayasan IAR Indonesia, KPHL Batutegi dan pendampingan bagi mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA Unila melalui kegiatan ekstrakulikuler mahasiswa Ecology Club, dengan total peserta 27 orang.

Workshop ini memberikan edukasi mengenai teknik foraging atau meramban tumbuhan liar berguna melalui praktik langsung di alam bebas, mengenalkan tumbuhan liar berguna untuk berbagai keperluan manusia misalnya sebagai pangan, obat, perkakas maupun fungsi lainnya. serta menginventarisasi flora berguna kawasan, bioprospeksi maupun bioekonominya. Dalam pelaksanaan kegiatan ini,  Yayasan Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia). yang dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan, Heri Santoso, pakar botani dan instruktur foraging merupakan pemateri utama selama kegiatan berlangsung.

Miftakhul Huda selaku Project Director dari Foraging for Wild Plants Workshop ini menjelaskan workshop ini akan dilakukan melalui pemahaman materi di dalam ruang serta jelajah langsung di alam bebas, yang dibagi dalam tiga hari kegiatan. Cakupan workshop ini meliputi 6 bagian, diantaranya (1) Morfologi dan Anatomi Tumbuhan, (2) Teknik Dasar Identifikasi Tumbuhan, (3) Family dari Kingdom Plantae, (4) Panduan Eksplorasi Tumbuhan Liar Berguna, (5) Foraging dan Eksplorasi Tumbuhan Liar, dan (6) Pengelolaan dan Konservasi Tumbuhan Liar. Terdapat pula aktivitas jungle cooking atau memakan makanan yang langsung diperoleh dari dalam hutan kawasan.

“Melalui workshop foraging ini, diharapkan peserta memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi tumbuhan liar berguna, serta dapat mempraktekkan cara penggunaan tanaman liar untuk berbagai keperluan hidup”, harap Miftakhul.

Workshop foraging ini juga akan mengumpulkan sebanyak 100 jenis tumbuhan dengan masing-masing jenis sebanyak tiga rangkap, di sekitar kawasan Way Rillau, KPHL Batutegi, Tanggamus, Lampung, yang dilakukan dengan metode jelajah (cruising method) dan observasi langsung yang kemudian diidentifikasi jenis/spesiesnya baik secara langsung maupun dan diteliti kegunaannya melalui wawancara dengan masyarakat setempat serta studi pustaka. Nantinya, tumbuhan yang dikumpulkan akan diinventarisasi dan diawetkan menjadi herbarium kering sebagai bahan edukasi bagi Yayasan Generasi Biologi Indonesia, Jurusan Biologi Universitas Lampung,  serta KPHL Batutegi. Selain itu, hasil yang diharapkan dalam pelaksanaan workshop ini adalah dihasilkannya publikasi dari jenis-jenis tumbuhan liar berguna yang ada di kawasan KPHL Batuteg, baik dalam bentuk jurnal maupun buku.

Aris Subagyo selaku peserta workshop mengaku sangat antusias dengan adanya workshop ini. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sumber ilmu terutama bagi mahasiswa maupun tim lapangan terkait cara mengidentifikasi tumbuhan beserta manfaatnya, teknik mengambil foto tumbuhan yang benar, dan membuat dirinya semakin tertarik untuk mendalami ilmu botani.

Selain itu, Kepala KPHL Batutegi, Ir. Yanyan Ruchyansyah, M. Si yang hadir sekaligus membuka acara tersebut mengatakan bahwa aktivitas foraging atau meramban ini harus mulai digaungkan kepada masyarakat kembali, karena perannya amat penting bagi manusia sebagai upaya bertahan hidup dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya, khususnya sumber daya tumbuhan.

“Kemampuan foraging ini menjadi penting agar masyarakat bisa mengetahui manfaat dari tumbuhan di sekitar mereka, terutama di sekitar wilayah Batutegi yang memiliki potensi tumbuhan yang beranekaragam”, ungkapnya.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada IAR, Jurusan Biologi Universitas Lampung, serta Yayasan Genbinesia atas kerjasamanya sehingga terlaksana kegiatan workshop foraging di KPLH Batutegi ini”, tutupnya.

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-berkolaborasi-dengan-iar-adakan-workshop-foraging-for-wild-plants/feed/ 0 304
Genbinesia Jadi Narasumber Flora Fauna di Sancang Conservation Service Camp 2019 https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-narasumber-flora-fauna-di-sancang-conservation-service-camp-2019/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-narasumber-flora-fauna-di-sancang-conservation-service-camp-2019/#respond Sat, 24 Aug 2019 19:49:40 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=340 Garut, genbinesia.or.id – Yayasan Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia) diberi kesempatan untuk mengirimkan perwakilan dalam acara Sancang Conservation Service Camp 2019, 24 Agustus 2019. Acara ini digelar oleh KPA Biocita Formica – Departemen Pendidikan Biologi, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Leuweung Sancang, yang menjadi tempat terselenggaranya acara ini berada di Kabupaten Garut, bagian selatan. Di cagar alam yang berbatasan langsung dengan laut ini, terdapat banyak jenis tumbuhan unik, salah satunya adalah Rafflesia patma. Tipe vegetasi di kawasan ini mulai dari dataran rendah hingga kawasan belukar.

Ketua Divisi Botani Genbinesia, Wendy A. Mustaqim, selaku wakil Genbinesia, memberikan penjelasan tentang materi flora dan fauna di Indonesia. Bertempat di kawasan Cagar Alam Leuweung Sancang, pelaksanaan pemberian materi dilakukan di pondokan nelayan di kawasan tepi cagar alam.

Meskipun peserta memiliki berbagai latar belakang yang tidak hanya biologi, tampaknya pemberian materi berhasil memberikan gambaran dan informasi baru mengenai kekayaan alam flora dan fauna di Indonesia. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pentingnya mengenali kawasan hijau di pantai selatan Jawa Barat. Hal ini dilakukan mengingat lokasi ini tidak terlalu jauh dari UPI, sehingga kegiatan eksplorasi rutin terkait flora fauna mudah untuk dilakukan.

Salah satu tanggapan positif adalah adanya kemungkinan untuk kerjasama lebih lanjut. Hal ini disinggung sedikit oleh salah satu panitia menanggapi adanya PR yang perlu digarap oleh KPA Biocita Formica, yaitu menggali lebih jauh kawasan sisa vegetasi hijau dataran rendah Jawa Barat.

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-jadi-narasumber-flora-fauna-di-sancang-conservation-service-camp-2019/feed/ 0 340
Genbinesia Kerjasama dengan FKH Universitas Airlangga Adakan Workshop Bioinformatika https://genbinesia.or.id/genbinesia-kerjasama-dengan-fkh-universitas-airlangga-adakan-workshop-bioinformatika/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-kerjasama-dengan-fkh-universitas-airlangga-adakan-workshop-bioinformatika/#respond Sat, 24 Aug 2019 13:44:10 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=321 Surabaya, genbinesia.or.id – Yayasan Generasi Biologi Indonesia bekerjasama dengan Forum Sains Veteriner (FORSAV) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga mengadakan kegiatan workshop bioinformatika dengan tema “Modernisasi Desain Obat Era Milineal Melalui Simulasi Bioinformatika.” Acara yang diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus 2019 tersebut dihadiri oleh berbagai peserta baik dari mahasiswa S1, S2, S3, dosen, dan peneliti.

Wokshop tersebut membahasas bagaimana cara menggunakan pangakalan data biologi molekuler di seluruh dunia serta uji bahan alam untuk menemukan obat secara in silico. Kegiatan tersebut menekankan bahwa di era revolusi industri 4.0 banyak penelitian biomedis yang menggunakan kecerdasan artifisial untuk memprediksi suatu mekanisme kerja obat serta efikasinya.

Acara workshop yang berlangsung di gedung R.K. Internasional Lt. 1 Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga Kampus C tersebut dipandu oleh Viol Dhea Kharisma, selaku Ketua Divisi Genetika dan Biologi Molekuler, Yayasan Generasi Biologi yang berpengalaman dalam penelitian desain obat dan vaksin dengan menggunakan pendekatan bioinformatika.

Selama kegiatan berlangsung, peserta sangat antusias mengikuti kegiatan workshop. Salah satu peserta, Ibu Nurul, dari Kediri merasa kegiatan workshop ini sangat bermanfaat dalam kegiatan risetnya.

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-kerjasama-dengan-fkh-universitas-airlangga-adakan-workshop-bioinformatika/feed/ 0 321
Training of Trainer di Kampung Blekok, Situbondo oleh Genbinesia https://genbinesia.or.id/training-of-trainer-di-kampung-blekok-situbondo-oleh-genbinesia/ https://genbinesia.or.id/training-of-trainer-di-kampung-blekok-situbondo-oleh-genbinesia/#respond Thu, 22 Aug 2019 16:39:15 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=297 Situbondo, genbinesia.or.id – Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia) bekerjasama dengan PT. Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) mengadakan pelatihan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Dinas Lingkungan Hidup Situbondo di Kampung Blekok, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo selama dua hari pada tanggal 21 – 22 Agustus 2019.

Kampung Blekok merupakan ekowisata yang berbasis konservasi yang di dalamnya terdapat hutan mangrove. Keberadaan mangrove tersebut dijadikan habitat bagi berbagai burung seperti burung blekok, bangau, dan beberapa burung yang lain. Dengan potensi alam tersebut, Genbinesia memberikan pelatihan mengenai identifikasi burung di mangrove dan pantai, rescue burung blekok, identifikasi tumbuhan mangrove dan cara pembibitan mangrove.

Hari pertama, materi training berupa cara identifikasi burung yang difokuskan terutama jenis burung pantai dan laut. Usai itu, materi lanjutan berupa cara menyelamatkan (rescue) burung blekok yang mengalami cacat akibat jatuh. Hari kedua, materi berupa cara identifikasi tumbuhan mangrove dan cara melakukan pembibitannya.

 

]]>
https://genbinesia.or.id/training-of-trainer-di-kampung-blekok-situbondo-oleh-genbinesia/feed/ 0 297
Genbinesia Adakan Biology Camp Pertama di Indonesia https://genbinesia.or.id/genbinesia-adakan-biology-camp-pertama-di-indonesia/ https://genbinesia.or.id/genbinesia-adakan-biology-camp-pertama-di-indonesia/#comments Sun, 14 Jul 2019 17:19:45 +0000 https://genbinesia.or.id/?p=275 Malang, genbinesia.or.id –  Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia) Foundation mengadakan kegiatan outdoor berupa Biology Camp untuk pertama kalinya di Indonesia. Acara akbar tersebut dihelat di Bumi Perkemahan Bedengan, Dau, Malang, Jawa Timur pada tanggal 12 – 14 Juli 2019. Kegiatan yang diberi tema Tropical Biology for Sustainability tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan seperti siswa, mahasiswa, peneliti, guru, dosen, hingga masyarakat umum. Para peserta berjumlah lebih dari 90 orang tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur.

biology camp 2019

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengaplikasikan ilmu hayati secara langsung di alam liar dengan konsep kemah ilmiah. Acara yang disponsori oleh Pertamina TBBM Surabaya Group ini dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai materi menarik yang dikemas secara tematik yang dikelompokkan menjadi materi Zoologi, Botani, Ekologi, Bioteknologi dan Keterampilan di bidang Biologi.

Hari pertama, kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dengan sambutan, pengenalan profil Genbinesia pembagian kelompok, materi ecobrick, survival, dan etika di alam. Materi dasar pertama adalah melatih peserta untuk peduli terhadap sampah plastik melalui keterampilan ecobrick. Selanjutnya peserta diajak untuk memahami pengetahuan bertahan diri (survival) serta etika tatkalan berada di lapangan. Di hari pertama usai senja terbenam, peserta diajak untuk mengidentifikasi kelelawar dan serangga malam melalui serangkaian kegiatan eksplorasi dan observasi.

Hari kedua, peserta mendapatkan lima topik materi dengan sistem jelajah dan rolling antar-kelompok di tiap pos. Terdapat lima pos yang terdiri dari pos ular, pos kultur jaringan, pos bioindikator sungai, pos identifikasi tumbuhan, dan pos analisis vegetasi. Sistem penyampaian materi bersifat inkuiri dimana peserta diajak langsung untuk mengamati permasalahan dalam ilmu hayati di lapangan sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan kognitif, motorik, dan afektifnya.

Usai istirahat, peserta diajak untuk membuat ecoprint, yakni teknik membuat pola flora pada kain untuk membuat kreasi fashion dari bahan alami di sekitar. Selain itu, keterampilan ecoprint juga memberikan khazanah pengetahuan mengenai biopreneurship untuk menggali potensi bioekonomi yang berasaskan keberlanjutan. Ketika malam tiba, peserta diberi materi tambahan mengenai biomimetik dan bioinspirasi untuk membuka pengetahuan baru mengenai perkembangan biologi modern terkini. Tatkala suhu udara mencapai 16°C, para peserta diajak untuk Jungle Party dengan membuat api unggun sambil membakar jagung dan ubi.

Hari ketiga, peserta diajak untuk jelajah ilmiah dengan kegiatan pengamatan burung dan dilanjutkan dengan materi foraging atau pengenalan tumbuhan liar edible. Setidaknya terdapat 18 jenis burung di Bumi Perkemehan Bedengan yang diamati oleh peserta seperti Cinenen pisang, Cinenen Jawa, Pelanduk topi-hitam, Meninting besar, Elang-ular bido, Tekukur biasa, Celepuk reban, Cabak maling, Ciung-batu Jawa, Cekakak Jawa, Cekakak sungai, Sepah kecil, Cucak kutilang, Tepus pipi-perak, Burung-madu sriganti, Caladi tilik, Caladi ulam, dan Takur tulungtumpuk. Sementara potensi tumbuhan liar edible dapat dijumpai seperti jelatang, sintrong, pegagan, pare alas, walangan, dan lainnya.

birdwatching genbinesia

Biologi Tropika untuk Keberlanjutan (Tropical Biology for Sustainability) merupakan tema yang diangkat dalam kegiatan Biology Camp dengan tujuan agar peserta memahami pentingnya potensi plasma nuftah di Indonesia untuk kehidupan keberlanjutan suatu ekosistem di masa yang akan datang. Kegiatan Biology Camp juga menanamkan nilai kepedulian terhadap potensi keberlimpahan biodiversitas di Indonesia.

 

]]>
https://genbinesia.or.id/genbinesia-adakan-biology-camp-pertama-di-indonesia/feed/ 3 275