
Gresik, genbinesia.or.id – Peneliti dari Herbarium Genbinesia, Yayasan Generasi Biologi Indonesia, bersama peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berhasil mendeskripsikan satu spesies tumbuhan baru dari famili Lamiaceae, yaitu Microtoena javensis H.Sant., Felayati & Sudarmono. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional Phytotaxa melalui artikel berjudul “Revision of Microtoena (Lamiaceae) in Java, Indonesia”.
Penelitian tersebut ditulis oleh Heri Santoso dan Themas Felayati dari Herbarium Genbinesia, Yayasan Generasi Biologi Indonesia, serta Sudarmono dari Research Center for Biosystematics and Evolution, BRIN. Publikasi ini menjadi kontribusi penting dalam kajian taksonomi tumbuhan Indonesia, khususnya pada kelompok Microtoena yang termasuk dalam famili Lamiaceae.
Dalam penelitian ini, para peneliti melakukan revisi taksonomi terhadap Microtoena di Jawa. Sebelumnya, tumbuhan Microtoena yang ditemukan di Jawa lama dikenal sebagai Microtoena insuavis. Namun, berdasarkan pemeriksaan morfologi secara cermat terhadap spesimen herbarium, spesimen basah, dokumentasi foto, serta pengamatan lapangan, tumbuhan tersebut terbukti memiliki perbedaan karakter yang jelas sehingga ditetapkan sebagai spesies baru.
Spesies baru ini diberi nama Microtoena javensis. Nama “javensis” merujuk pada Jawa, salah satu pulau utama tempat spesies ini diketahui keberadaannya. Berdasarkan hasil penelitian, M. javensis diketahui tersebar di beberapa lokasi di Jawa dan Bali, serta menjadi satu-satunya spesies Microtoena di Indonesia yang berada di belahan bumi selatan.
Secara morfologi, Microtoena javensis memiliki sejumlah karakter pembeda dari Microtoena insuavis. Beberapa karakter penting yang membedakannya meliputi batang yang berambut rapat dengan tipe strigose, percabangan bunga berbentuk sima dikotom dengan dua hingga tiga sisi cabang, perbungaan yang ditutupi rambut kelenjar, kelopak bunga yang lebih panjang, mulut kelopak yang miring, mahkota bunga berwarna kuning seragam, serta bentuk lobus stilus yang lebih besar dan lurus.
Spesimen tipe Microtoena javensis dikoleksi dari Hutan Bonkaji, jalur pendakian Gunung Anjasmoro, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada ketinggian 1.078 meter di atas permukaan laut. Spesimen tersebut dikoleksi pada 5 Mei 2025 dalam kondisi berbunga dan berbuah oleh Heri Santoso. Holotipe disimpan di Herbarium Bogoriense, sedangkan isotipe disimpan di Herbarium Genbinesia.
Habitat Microtoena javensis berada pada kawasan hutan pegunungan bawah, terutama di tempat teduh hingga setengah teduh. Tumbuhan ini ditemukan tumbuh di lembah, sepanjang jalur, tepi sungai, serta lereng perbukitan pada ketinggian sekitar 800–1.300 meter di atas permukaan laut. Masa berbunga tercatat berlangsung pada Mei hingga Juni, sedangkan masa berbuah terjadi pada Juni.

Penelitian ini juga mengusulkan status konservasi Microtoena javensis sebagai Endangered atau Genting berdasarkan kriteria IUCN. Penilaian tersebut didasarkan pada sebaran yang terbatas, dengan Area of Occupancy dan Extent of Occurrence yang dihitung sebesar 32 km², serta adanya tekanan terhadap habitat alaminya.
Temuan Microtoena javensis menunjukkan bahwa keanekaragaman flora Indonesia masih menyimpan banyak potensi ilmiah yang belum sepenuhnya terungkap. Revisi taksonomi seperti ini menjadi penting karena dapat memperjelas identitas spesies, memperbarui data keanekaragaman hayati, serta mendukung dasar ilmiah bagi upaya konservasi tumbuhan di Indonesia.
Melalui publikasi ini, Herbarium Genbinesia turut memperkuat perannya sebagai pusat dokumentasi dan kajian keanekaragaman tumbuhan Indonesia. Kolaborasi antara Yayasan Generasi Biologi Indonesia dan BRIN juga menunjukkan pentingnya sinergi antar lembaga dalam mendukung penelitian biodiversitas, taksonomi, dan konservasi berbasis data ilmiah.
Yayasan Generasi Biologi Indonesia berharap temuan ini dapat mendorong semakin banyak penelitian taksonomi di Indonesia, khususnya terhadap kelompok tumbuhan yang belum banyak dikaji. Dengan semakin kuatnya dokumentasi ilmiah terhadap flora lokal, kekayaan hayati Indonesia dapat dikenali, dipahami, dan dilestarikan secara lebih baik.
Referensi: Santoso, H., Felayati, T., & Sudarmono. (2026). Revision of Microtoena (Lamiaceae) in Java, Indonesia. Phytotaxa, 752(1), 72–78. https://doi.org/10.11646/phytotaxa.752.1.5






