Bandar Seri Begawan, genbinesia.or.id –  Simposium Flora Malesiana merupakan kegiatan yang dilakukan setiap tiga tahun sekali yang pertama kali dicetuskan oleh penulis buku Flora of Java, C.G.G.J van Steenis. Simposium ke 11 dilaksanakan pada tanggal 1 – 5 Juli 2019 di Chancellor Hall, Universiti Brunei Darussalam (UBD), Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Kegiatan rutin ini membahas perkembangan ilmu taksonomi, evolusi, dan ekologi dari flora yang berada di kawasan Malesiana (Malaysia, Indonesia, Papua, Timor hingga Filipina). Simposium pada tahun 2019 ini dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari Kew Botanical Garden, UK, Leiden University, Belanda, hingga dari kawasan Asia Tenggara sendiri. Sebagian besar peserta merupakan ahli taksonomi dan biosistematika, pengurus dan kurator kebun raya seluruh dunia, mahasiswa, peneliti, penulis freelance dan pelukis botani. Rangkaian acara ini terdiri dari presentasi oral, poster, workshop identifikasi, serta kunjungan ke Kebun Raya Universiti Brunei Darussalam.

Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia) Foundation turut serta mengikuti kegiatan Flora Malesiana yang diwakili oleh Adhityo Wicaksono, Kepala Divisi Bioteknologi Genbinesia. Dalam simposium ini, Adhityo Wicaksono yang sedang menempuh Ph.D di Finlandia mempresentasikan karyanya dengan judul “Rafflesia patma Blume: Features in the Hidden Endophyte Stage and The Flower Perigone”.

Dalam presentasinya yang dihadiri audiens dari Jepang, Belanda, Kanada, Malaysia, dan Indonesia, Adhityo Wicaksono menjelaskan mengenai tentang bagaimana bentuk histologi Rafflesia patma ketika menyebar di dalam inangnya (fase vegetatif) dan fitur-fitu jaringan generatifnya. Tujuan dari penulisan tersebut untuk mengetahui pentingnya aspek histologi untuk identifikasi dan studi morfologi serta memahami evolusi Rafflesia.