Malang, genbinesia.or.id –  Generasi Biologi Indonesia (Genbinesia) Foundation mengadakan kegiatan outdoor berupa Biology Camp untuk pertama kalinya di Indonesia. Acara akbar tersebut dihelat di Bumi Perkemahan Bedengan, Dau, Malang, Jawa Timur pada tanggal 12 – 14 Juli 2019. Kegiatan yang diberi tema Tropical Biology for Sustainability tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan seperti siswa, mahasiswa, peneliti, guru, dosen, hingga masyarakat umum. Para peserta berjumlah lebih dari 90 orang tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur.

biology camp 2019

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengaplikasikan ilmu hayati secara langsung di alam liar dengan konsep kemah ilmiah. Acara yang disponsori oleh Pertamina TBBM Surabaya Group ini dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai materi menarik yang dikemas secara tematik yang dikelompokkan menjadi materi Zoologi, Botani, Ekologi, Bioteknologi dan Keterampilan di bidang Biologi.

Hari pertama, kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dengan sambutan, pengenalan profil Genbinesia pembagian kelompok, materi ecobrick, survival, dan etika di alam. Materi dasar pertama adalah melatih peserta untuk peduli terhadap sampah plastik melalui keterampilan ecobrick. Selanjutnya peserta diajak untuk memahami pengetahuan bertahan diri (survival) serta etika tatkalan berada di lapangan. Di hari pertama usai senja terbenam, peserta diajak untuk mengidentifikasi kelelawar dan serangga malam melalui serangkaian kegiatan eksplorasi dan observasi.

Hari kedua, peserta mendapatkan lima topik materi dengan sistem jelajah dan rolling antar-kelompok di tiap pos. Terdapat lima pos yang terdiri dari pos ular, pos kultur jaringan, pos bioindikator sungai, pos identifikasi tumbuhan, dan pos analisis vegetasi. Sistem penyampaian materi bersifat inkuiri dimana peserta diajak langsung untuk mengamati permasalahan dalam ilmu hayati di lapangan sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan kognitif, motorik, dan afektifnya.

Usai istirahat, peserta diajak untuk membuat ecoprint, yakni teknik membuat pola flora pada kain untuk membuat kreasi fashion dari bahan alami di sekitar. Selain itu, keterampilan ecoprint juga memberikan khazanah pengetahuan mengenai biopreneurship untuk menggali potensi bioekonomi yang berasaskan keberlanjutan. Ketika malam tiba, peserta diberi materi tambahan mengenai biomimetik dan bioinspirasi untuk membuka pengetahuan baru mengenai perkembangan biologi modern terkini. Tatkala suhu udara mencapai 16°C, para peserta diajak untuk Jungle Party dengan membuat api unggun sambil membakar jagung dan ubi.

Hari ketiga, peserta diajak untuk jelajah ilmiah dengan kegiatan pengamatan burung dan dilanjutkan dengan materi foraging atau pengenalan tumbuhan liar edible. Setidaknya terdapat 18 jenis burung di Bumi Perkemehan Bedengan yang diamati oleh peserta seperti Cinenen pisang, Cinenen Jawa, Pelanduk topi-hitam, Meninting besar, Elang-ular bido, Tekukur biasa, Celepuk reban, Cabak maling, Ciung-batu Jawa, Cekakak Jawa, Cekakak sungai, Sepah kecil, Cucak kutilang, Tepus pipi-perak, Burung-madu sriganti, Caladi tilik, Caladi ulam, dan Takur tulungtumpuk. Sementara potensi tumbuhan liar edible dapat dijumpai seperti jelatang, sintrong, pegagan, pare alas, walangan, dan lainnya.

birdwatching genbinesia

Biologi Tropika untuk Keberlanjutan (Tropical Biology for Sustainability) merupakan tema yang diangkat dalam kegiatan Biology Camp dengan tujuan agar peserta memahami pentingnya potensi plasma nuftah di Indonesia untuk kehidupan keberlanjutan suatu ekosistem di masa yang akan datang. Kegiatan Biology Camp juga menanamkan nilai kepedulian terhadap potensi keberlimpahan biodiversitas di Indonesia.